Social Icons

Pages

Jumat, 27 Desember 2013

Merk Laptop terbaik dan terburuk tahun 2013

Berdasarkan Laptopmag.com inilah daftar laptop terbaik dan terburuk sepanjang tahun 2013.

Membeli laptop baru secara tidak langsung yang anda lihat adalah mereknya.dalam proses review ini tidaklah mudah dalam menentukan merk terbaik dan merk terburuk. beberapa aspek yang dipertimbangkan adalah aspek dukungan teknis,fitur,dan desain sistem untuk perangkat lunak yang dimuat dan dukungan - dengan tujuan definitif .Berikut adalah daftar merk laptop terbaik dan terburuk di 2013
merk laptop terbaik
Posisi Pertama APPLE


hasil review apple

Produk produk Apple masih menguasai dari segi merk yang terbaik. berdasarkan review yang dilakukan menempatkan apple pada peringkat pertama sebagai perusahaan dengan merk dagang yang mempertimbangkan segala aspek. termasuk dari desain dan kecanggihan fitur yang dimuat dengan total poin 86
Posisi Kedua Lenovo

Posisi Kedua Ditempati oleh produsen lenovo dimana memiliki score review 81. dengan nilai yang terpaut 8 poin dari urutan pertama apple.
Posisi Ketiga Asus
hasil review asus
Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh asus denga 73 point. Merk dagang paling populer di indonesia justru menempati posisi terbawah yakni Acer dan toshiba.
 Nah mungkin dari hasil tester review ini dapat membantu anda mendapatkan laptop terbaik berdasarkan merek dagang yang telah ada. dan hasil ini tidak mutlak karena disurvey dari beberapa pengguna dan tingkat kemampuan produksi dari merek dagang.salam tekno.
Hasil Review Berdasarkan survey dari laptopmag.com 
by : http://www.sepertinya.com/2013/03/merek-laptop-terbaik-dan-buruk-2013.html

Teknik komunikasi data



Sinkronisasi adalah satu kunci kerja dari komunikasi data. Transmiter mengirimkan pesan 1 bit pada satu saat melalui medium ke receiver. Receiver harus menandai awal dan akhir blok dari bit, juga harus diketahui durasi untuk masing-masing bit sehingga dapat sample lajur dari timing untuk membaca masing-masing bit (merupakan tugas dari timming).



Sinkronisasi :
1.   Asynchronous
Proses komunikasi data yang tidak terikat oleh waktu tetap, proses transformasi dengan kecepatannya cukup relative dan tidak tetap.
22.  Synchronous atau Timing
Proses pengiriman dan penerima diatur sedemikian rupa agar memiliki pengaturan yang sama, sehingga dapat dikirimkan dan diterima dengan baik. Umumnya pengaturan ini didasarkan terhadap pewaktuan dalam pengiriman sinyal.

Perbandingan asinkron dan sinkron
1.  Untuk blok-blok data yang cukup besar, transmisi sinkronisasi jauh lebih efisien dari pada asinkron. Transmisi asinkron memerlukan overhead 20 % atau lebih.
2. Bila menggunakan transmisi sinkron biasanya lebih kecil dari 1000 bit, yang mengandung 48 bit kontrol informasi (termasuk flag), maka untuk pesan 1000 bit, overheadnya adalah     48 / 1048 X 100% = 4.6%

Deteksi error dengan Redundansi adalah  data tambahan yang  tidak ada hubungannya dengan isi informasi yang dikirimkan, berupa bit pariti. Berfungsi menunjukkan ada tidaknya  kesalahan data.
Troughput adalah perbandingan antara data yang berguna  dengan data keseluruhan.
 
Urutan pengerjaan sinkronisasi yaitu :
1.   Sinkronisasi bit
     Ditandai awal & akhir untuk masing-masing bit.

2.   Sinkronisasi karakter
     Ditandai awal dan akhir untuk masing-masing karakter atau satuan kecil lainnya dari data.

3.   Sinkronisasi blok
    Ditandai awal dan akhir dari satuan besar data. Dan untuk pesan yang besar, dibagi-bagi menjadi beberapa      blok kemudian baru dikirimkan pengurutan blok-blok yang telah dibagi tersebut adalah tugas dari timming. Sedangkan pengaturan level sinyal adalah tugas dari sintax dan untuk melihat arti dari pesan adalah tugas dari semantik.


Teknik mendeteksi error
Pendekatan untuk deteksi kesalahan :
1. Forward Error Control
Dimana setiap karakter yang ditransmisikan atau frame berisi informasi tambahan (redundant) sehingga bila penerima tidak hanya dapat mendeteksi dimana error terjadi, tetapi juga menjelaskan dimana aliran bit yang diterima error. 

2. Feedback (backward) Error Control
Dimana setiap karakter atau frame memilki informasi yang cukup untuk memperbolehkan penerima mendeteksi bila menemukan kesalahan tetapi tidak lokasinya. Sebuah transmisi kontro digunakan untuk meminta pengiriman ulang, menyalin informasi yang dikirimkan.
                Feedback error control terbagi menjadi 2 bagian :
1.    Teknik yang digunakan untuk deteksi kesalahan
2.     Kontrol algoritma yang telah disediakan untuk mengontrol transmisi ulang.

Metode Deteksi Kesalahan :
 1. Echo
Metode  sederhana  dengan  sistem interaktif.
2.  Error Otomatis atau Parity Check
Penambahan parity bit untuk akhir masing-masing kata dalam frame. Jenis Parity Check, yaitu :
a.    Even parity
b.    Odd parity

Tiga Deteksi Kesalahan Dengan  Bit  Pariti :
a. Vertical Redundancy Check  ( VRC)
b. Longitudinal Redundancy Check (LRC)
c. Cyclic Redundancy Check ( CRC)

 



 

Membuat Koneksi Database SQL Server 2008 di Visual Basic 2010

Membuat Koneksi Database SQL Server 2008 di Visual Basic 2010

http://efendy1502.blogspot.com/2011/12/membuat-koneksi-database-sql-server.html
Pada tutorial kali ini, saya akan men-share sebuah tutorial tentang Koneksi Database di SQL Server 2008 dengan Visual Basic 2010. Koneksi Database sangat penting agar program kita dapat meng-input , edit ataupun delete data yang ada di database. Ok. tanpa basa basi banyak. mari kita mulai tutorialnya. :)

Langkah-Langkah :

1. Buat Sebuah Database di SQL Server 2008 dengan namanya "dbData" (sebenarnya nama database bisa diganti dengan nama yang anda inginkan tapi buat pemula ikutin aja ya. hahahaha...)

2. Setelah buat database, sekarang saatnya kita main di Visual Basic. Buka Visual Basic 2010 dan buat sebuah project baru. setelah itu design form seperti tampilan berikut ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz-ExxH1A8erxmvJqPLxn-liTqdTMctwOnrgSX2ZEZLorxPKfWW1ZWPbAkXH2HTYRy9iXGfKxvIKynZpM4HVzUOVvYfhX7rlZnNIBgMs1Xz_tWy93hFHdfNmf7-TcghkOIKF893_oPRSGC/s1600/koneksi-layout.png
3. Double Click di Button Connect. maka akan masuk pada stage coding. setelah itu masukkan coding berikut ini :
Imports System.Data.SqlClient
Public Class Form1
    Dim Conn As New SqlConnection("Integrated Security=SSPI; " & _
                                  "Persist Security Info=True;Initial Catalog=dbData;" & _
                                  "Data Source=(LOCAL)")
    Dim Perintah As New SqlCommand
    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Conn.Open()
        Perintah.Connection = Conn
        MessageBox.Show("Koneksi Sukses")
        Conn.Close()
    End Sub
End Class
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCwok1jnroeavcpMU7anw3C_sZ6yPvUaopM_2-uzSYj5Sc5GUJheU61-ezn8Sli81xL8FwvAB491dmMDibKK3ZK_90xO9wgkLvfwdCGUTFd2UrM6H2rA5uoaTOcsLNTx6uj-3upfRmZb6z/s1600/koneksi-coding.png
Keterangan :
* Initial Catalog   bisa diganti dengan nama database yang anda buat. sebagai contoh saya membuat database dengan nama dbData.
* Data Source : gunakan (LOCAL) agar bisa digunakan di komputer yang lain

setelah itu coba debug program. kemudian tekan tombol connect. apabila koneksi sukses. maka akan muncul kotak pesan seperti berikut ini :


Apabila tidak muncul kotak pesan. kemungkinan terjadi error. periksa kembali scriptnya.


Hidrolik



Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem.
Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.
Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.
Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.
Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:
1.      Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
2.      Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
3.      Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
4.      Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
5.      Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
6.      Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa
7.      Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70°C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180°C
Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:
·         Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat
Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:
·         Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi lemah dan cepat rusak
·         Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan operasi
·         Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi
Contoh-contoh penggunaan sistem hidrolik:
1.      Dongkrak hidrolik
2.      Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi
Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:
·         Piston sebagai aktuator
·         Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
·         Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
·         Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
·         Hose
·         Hose Couplers (penyambung hose)
·         Directional control valve (flow control valve):
Fungsi Katup Kendali Arah adalah untuk saling menghubungkan jalur-jalur hidrolik yang bervariasi satu terhadap yang lain, untuk menghubunghkan hubungan satu terhadap yang lain.
pneumatik
Pada saat ini aplikasi pneumatik cukup luas, termasuk industri assembling, pengepakan, prosesing makanan, pengerjaan kayu, pengelasan, peralatan kedokteran, dan lain-lain. Sistem pneumatik digunakan untuk tujuan otomatisasi dan penghematan tenaga karena kelebihannya dalam konstruksi yang relatif sederhana, murah, dan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan dibandingkan hidrolik minyak, dalam mekanik dan peralatan listrik.
Karakteristik sistem pneumatik adalah:
1.      Sirkuit pneumatik umumnya hanya cocok untuk beban yang relatif ringan (light duty)
2.      Pneumatik tidak efektif dalam pengaturan kecepatan dan displacement dari aktuator karena sifat fluida kerjanya yang compressible
3.      Udara sebagai fluida kerja memiliki tahanan kecil pada alirannya jika dibandingkan dengan hidrolik minyak karena viskositasnya rendah, sehingga respon yang dihasilkan lebih cepat dibanding hidrolik
4.      Udara bertekanan dialirkan melalui pipa-pipa dan kecepatannya dapat diatur oleh pengontrol kecepatan, serta gaya yang dihasilkan dapat diatur dengan valve pengatur tekanan
5.      Jika sirkuit pneumatik dirancang dengan baik maka masalah kebocoran lebih mudah diatasi dibanding dengan sistem hidrolik yang sensitif terhadap kebocoran minyak dan kontaminasi
6.      Udara bertekanan dapat diperoleh dengan mudah di banyak tempat. Sehingga penggunaan pipa pengatur lebih sedikit dibanding dengan sistem hidrolik
7.      Sistem pneumatik dapat dijalankan pada temperatur relatif tinggi (sampai 180°) bila peralatan yang digunakan cocok
Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.
Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.
Secara garis besar, sistem pneumatik terdiri dari peralatan dan perlengkapan yang menghasilkan, mengontrol, dan menghantar udara bertekanan, yaitu:
1.      Kompresor udara:
Berfungsi sebagai sumber energi pneumatik yang menghasilkan udara bertekanan
1.      Tangki udara:
Sebagai tempat menyimpan udara yang dihasilkan oleh kompresor. Fungsinya adalah untuk menstabilkan keluaran udara yang akan digunakan pada sistem pneumatik, dan untuk menghindari drop pressure apabila sejumlah besar udara digunakan dalam waktu yang singkat.
1.      After cooler:
Untuk mendinginkan udara bertekanan dan untuk menghilangkan uap panas yang apabila ditampung dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan pneumatik
1.      Filter udara:
Untuk menghilangkan debu, air dan minyak yang terbawa dari kompressor
1.      Pengering udara:
Untuk mengurangi kadar uap air pada udara bertekanan sehingga udara yang masuk ke dalam sirkuit benar-benar udara kering
1.      Valve pengurang tekanan:
Tekanan udara dari kompressor biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan sehingga valve ini akan menguranginya dan menjaga agar tetap stabil
1.      Lubrikator udara:
Digunakn unuk memberikan minyak kedalm aliran udara bertekanan sebagai pelumas bagi peralatan pneumatic.
1.      Valve penggati arah aliran:
Valve ini berfungsi untuk mengganti arhaliran udara bertekanan.
1.      Speed control valve:
Valve ini berfungsi untuk mengontrol kecepatan daengan mengatur volume aliran udara persatuan waktu.
1.      Actuator:
Merupakan alat dimana energi udara bertekanan dirubah menjadi gaya dan gerak translasi maupun rotasi.

Prinsip kerja microphone



Microphone adalah alat untuk mengubah daya akustik menjadi energi listrik yang memiliki karakteristik gelombang dasarnya serupa. Microphone mengkonversi gelombang suara menjadi tegangan listrik yang akhirnya diubahkembali menjadi gelombang suara melalui speaker.

Prinsip Kerja Microphone
Prinsip kerja dari microphone menjelaskan tipe transducer yang berada di dalam microphone tersebut. Transducer adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam kaitannya dengan microphone, transducer mengubah energi akustik (suara) mernjadi energi listrik. Menurut cara kerjanya, ada banyak tipe microphone, seperti: dynamic, condenser, ribbon, crystal, carbon, dsb. Namun, ada dua tipe yang paling umum digunakan, yaitu: dynamic dan condenser.
Dynamic microphone menggunakan diafragma/voice coil/susunan magnet yang berfungsi sebagai generator/pembangkit sinyal listrik yang di-drive oleh suara yang masuk. Gelombang suara menabrak sebuah membran plastik tipis yang disebut diafragma sehingga diafragma tersebut bergetar. Sebuah kumparan kawat kecil (voice coil) ditempelkan pada bagian belakang diafragma dan sama-sama ikut bergetar juga ketika diafragma bergetar. Voice coil dikelilingi oleh medan magnet yang tercipta oleh sebuah magnet permanen kecil. Pergerakan voice coil di medan magnet ini akan mengakibatkan terbentuknya sinyal elektrik.
Dynamic mic memiliki konstruksi yang sederhana dan juga termasuk ekonomis. Di samping itu, dynamic mic juga tidak terlalu terpengaruh oleh temperatur yang esktrim atau kelembaban dan dapat mengakomodasi SPL yang cukup tinggi tanpa overload. Meskipun demikian, respon frekuensi dan sensitivitas dari dynamic mic terbatas, khususnya pada frekuensi tinggi. Dynamic mic merupakan tipe yang sangat umum digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk di dalam sound system masjid. Dynamic mic tidak dapat dibuat dalam bentuk yang kecil tanpa mengurangi sensitivitasnya.


Condenser microphone bekerja berdasarkan diafragma/susunan backplate yang mesti tercatu oleh listrik membentuk sound-sensitive capacitor. Gelombang suara yang masuk ke microphone menggetarkan komponen diafragma ini. Diafragma ditempatkan di depan sebuah backplate. Susunan elemen ini membentuk kapasitor yang biasa disebut juga kondenser. Kapasitor memiliki kemampuan untuk menyimpan muatan atau tegangan. Ketika elemen tersebut terisi muatan, medan listrik terbentuk di antara diafragma dan backplate, yang besarnya proporsional terhadap ruang (space) yang terbentuk diantaranya. Variasi dari lebar space antara diafragma dan backplate terjadi karena pergerakan diafragma relatif terhadap backplate sebagai akibat dari adanya tekanan suara yang mengenai diafragma. Hal ini menghasilkan sinyal elektrik sebagai akibat dari suara yang masuk ke condenser microphone.
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa kerja condenser mic memerlukan muatan listrik. Terkait dengan hal  tersebut, ada tipe condenser mic yang memiliki muatan permanen, ada juga yang menggunakan sumber catu daya eksternal untuk mengisi muatannya. Dalam hal ini, sumber catu daya eksternal yang digunakan dapat berasal dari baterai, atau dari “phantom” power (sebuah metode untuk memberikan daya kepada microphone melalui  kabel mic tersebut, dayanya berasal dari mixer).
Jika dibandingkan terhadap dynamic mic, condenser mic lebih kompleks dan lebih mahal. Condenser dapat dibuat dengan sensitivitas yang lebih tinggi dan dapat menghasilkan suara yang lebih smooth, lebih natural, khususnya pada frekuensi tinggi. Dengan kondenser, lebih mudah untuk mencapai respon frekuensi flat dan memiliki range frekuensi yang lebih luas. Satu hal lagi yang membedakan dari dynamic mic adalah condenser mic dapat dibuat sangat kecil tanpa banyak mengurangi kinerjanya.

 
Blogger Templates