Social Icons

Pages

Jumat, 27 Desember 2013

Hidrolik



Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Pada sistem hidrolik, tekanan fluida merupakan tenaga penggerak sistem.
Pada kebanyakan aplikasi, sistem hidrolik banyak digunakan seperti memindahkan beban yang berat, sebagai alat penekan dan pengangkat. Dalam industri banyak ditemui penggunaan sistem hidrolik pada alat-alat berat, seperti truk pengangkat (dump truck), mesin moulding, mesin press, forklift, crane, dan lain-lain.
Pada saat ini penggunaan sistem hidrolik sudah dilengkapi dengan berbagai peralatan kontrol yang menunjang pengendalian dan ketepatan (presisi) dalam penggunaannya.
Hidrolik adalah suatu sistem yang memanfaatkan tekanan fluida sebagai power (sumber tenaga) pada sebuah mekanisme. Karena itu, pada sistem hidrolik dibutuhkan power unit untuk membuat fluida bertekanan. Kemudian fluida tersebut dialirkan sesuai dengan kebutuhan atau mekanisme yang diinginkan.
Perbedaan antara sistem hidrolik dan pneumatik adalah sebagai berikut:
1.      Pada fluida kerja, sistem hidrolik menggunakan fluida cair bertekanan sedangkan pada pneumatik menggunakan fluida gas bertekanan
2.      Sistem pneumatik umumnya menggunakan tekanan 4 – 7 kgf/cm2 dan menghasilkan output yang lebih kecil daripada sirkuit hidrolik, sehingga cocok untuk pekerjaan ringan
3.      Sifat compressibility (mampu tekan) dari sirkuit hidrolik lebih besar daripada sirkuit pneumatik
4.      Udara bertekanan memiliki resistansi (tahanan) kecil terhadap aliran dan dapat dijalankan dengan lebih tepat daripada tenaga hidrolik
5.      Sistem hidrolik sensitif terhadap kebocoran minyak, api dan kontaminasi. Sedangkan udara bertekanan tidak mempunyai masalah seperti itu jika sirkuitnya dirancang dengan baik
6.      Udara bertekanan dihasilkan oleh kompresor yang umumnya dimiliki oleh pabrik, tetapi sistem hidrolik membutuhkan pompa
7.      Batas temperatur yang mampu diterima oleh peralatan hidrolik 60 – 70°C, sedangkan untuk pneumatik dapat dijalankan hingga 180°C
Kelebihan dari sistem hidrolik adalah:
·         Memiliki tekanan kerja yang relatif lebih besar daripada sistem pneumatik, sehingga cocok untuk pekerjaan-pekerjaan berat
Kekurangan dari sistem hidrolik adalah:
·         Fluida dari sirkuit yang tercemar oleh kotoran akan menyebabkan peralatan hidrolik menjadi lemah dan cepat rusak
·         Konstruksinya yang rumit dengan biaya yang mahal, serta kesulitan dalam pemeliharaan dan operasi
·         Fluida kerja tidak dapat bertahan pada temperatur operasi yang lebih tinggi
Contoh-contoh penggunaan sistem hidrolik:
1.      Dongkrak hidrolik
2.      Hydrostatic transmission, untuk menggerakkan peralatan konstruksi, kendaraan berat, mesin pertanian dan mentransmisikan tenaga ke aktuator tipe rotasi
Komponen yang digunakan pada sistem hidrolik:
·         Piston sebagai aktuator
·         Pompa mengubah energi mekanis dari putaran poros menjadi energi fluida dan juga untuk menaikkan fluida kerja
·         Tangki menstabilkan sirkulasi tekanan minyak yang dikeluarkan pompa, menyimpan fluida bertekanan, menghindari pressure drop apabila sejumlah besar minyak dipakai dalam waktu singkat
·         Manometer (pressure gauge): mengukur tekanan kerja fluida pada saat piston melakukan langkah maju dan langkah mundur
·         Hose
·         Hose Couplers (penyambung hose)
·         Directional control valve (flow control valve):
Fungsi Katup Kendali Arah adalah untuk saling menghubungkan jalur-jalur hidrolik yang bervariasi satu terhadap yang lain, untuk menghubunghkan hubungan satu terhadap yang lain.
pneumatik
Pada saat ini aplikasi pneumatik cukup luas, termasuk industri assembling, pengepakan, prosesing makanan, pengerjaan kayu, pengelasan, peralatan kedokteran, dan lain-lain. Sistem pneumatik digunakan untuk tujuan otomatisasi dan penghematan tenaga karena kelebihannya dalam konstruksi yang relatif sederhana, murah, dan kemudahan dalam operasi dan pemeliharaan dibandingkan hidrolik minyak, dalam mekanik dan peralatan listrik.
Karakteristik sistem pneumatik adalah:
1.      Sirkuit pneumatik umumnya hanya cocok untuk beban yang relatif ringan (light duty)
2.      Pneumatik tidak efektif dalam pengaturan kecepatan dan displacement dari aktuator karena sifat fluida kerjanya yang compressible
3.      Udara sebagai fluida kerja memiliki tahanan kecil pada alirannya jika dibandingkan dengan hidrolik minyak karena viskositasnya rendah, sehingga respon yang dihasilkan lebih cepat dibanding hidrolik
4.      Udara bertekanan dialirkan melalui pipa-pipa dan kecepatannya dapat diatur oleh pengontrol kecepatan, serta gaya yang dihasilkan dapat diatur dengan valve pengatur tekanan
5.      Jika sirkuit pneumatik dirancang dengan baik maka masalah kebocoran lebih mudah diatasi dibanding dengan sistem hidrolik yang sensitif terhadap kebocoran minyak dan kontaminasi
6.      Udara bertekanan dapat diperoleh dengan mudah di banyak tempat. Sehingga penggunaan pipa pengatur lebih sedikit dibanding dengan sistem hidrolik
7.      Sistem pneumatik dapat dijalankan pada temperatur relatif tinggi (sampai 180°) bila peralatan yang digunakan cocok
Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.
Pneumatik adalah sebuah sistem transfer daya yang memanfaatkan udara bertekanan sebagai fluida kerjanya. Udara bertekanan adalah udara yang tekanannya lebih tinggi dari tekanan atmosfer.
Secara garis besar, sistem pneumatik terdiri dari peralatan dan perlengkapan yang menghasilkan, mengontrol, dan menghantar udara bertekanan, yaitu:
1.      Kompresor udara:
Berfungsi sebagai sumber energi pneumatik yang menghasilkan udara bertekanan
1.      Tangki udara:
Sebagai tempat menyimpan udara yang dihasilkan oleh kompresor. Fungsinya adalah untuk menstabilkan keluaran udara yang akan digunakan pada sistem pneumatik, dan untuk menghindari drop pressure apabila sejumlah besar udara digunakan dalam waktu yang singkat.
1.      After cooler:
Untuk mendinginkan udara bertekanan dan untuk menghilangkan uap panas yang apabila ditampung dalam jumlah yang banyak akan menyebabkan kerusakan pada peralatan pneumatik
1.      Filter udara:
Untuk menghilangkan debu, air dan minyak yang terbawa dari kompressor
1.      Pengering udara:
Untuk mengurangi kadar uap air pada udara bertekanan sehingga udara yang masuk ke dalam sirkuit benar-benar udara kering
1.      Valve pengurang tekanan:
Tekanan udara dari kompressor biasanya lebih besar dari yang dibutuhkan sehingga valve ini akan menguranginya dan menjaga agar tetap stabil
1.      Lubrikator udara:
Digunakn unuk memberikan minyak kedalm aliran udara bertekanan sebagai pelumas bagi peralatan pneumatic.
1.      Valve penggati arah aliran:
Valve ini berfungsi untuk mengganti arhaliran udara bertekanan.
1.      Speed control valve:
Valve ini berfungsi untuk mengontrol kecepatan daengan mengatur volume aliran udara persatuan waktu.
1.      Actuator:
Merupakan alat dimana energi udara bertekanan dirubah menjadi gaya dan gerak translasi maupun rotasi.

1 komentar:

 
Blogger Templates